Kulit Gatal Akibat Memakai Selimut Terlalu Rapat

tidur-dengan-selimutTidak hanya dimusim penghujan , kadangkala suhu sedang dingin selimut menjadi perangkat tidur yang nyaman selain bantal dan guling. Tidurpun menjadi terasa hangat, tetapi jika anda memakai selimut terlalu rapat atau menutupi seluruh permukaan tubuh anda dapat menyebabkan kesehatan kulit anda terganggu.

Bahan selimut memang bermacam-macam, ada sintetis , wol dan lainnya, bahan selimut apapun yang anda pakai suhu panas sangat mempengaruhi tubuh Anda. Jika Anda tidur dengan suhu yang terlalu hangat tidak baik untuk kulit.

Apalagi ketika Anda meringkuk dalam selimut bisa, hal itu bisa mengekang suhu panas pada tubuh. Memang kita tak kedinginan, tetapi pada beberapa kasus kondisi seperti itu justru membuat eksim atau psoriasis memburuk.

Ketika orang merasa terlalu panas pada malam hari dan keadaan itu membuat kulit mereka gatal, maka mereka akan menggaruk secara tidak sadar karena dalam kondisi tidur. Misalnya saja menggaruk wajah karena kepanasan saat tidur memicu timbulnya jerawat dan noda pada wajah. Bahkan, dalam kondisi panas dan berkeringat, ragi di kulit kepala akan tumbuh lebih cepat dan akan menyebabkan timbulnya ketombe.

Selain itu, jika seseorang tidak membakar kalori untuk menjaga tubuhnya tetap hangat, maka metabolisme tubuh akan terganggu dan risiko makin banyaknya timbunan lemak pun makin banyak. Oleh karena itu, menurut kesepakatan para ahli, lebih baik tidur di suhu dingin.

Tidur di suhu terlalu panas juga bisa mengurangi kualitas tidur REM yang dapat membuat Anda merasa tidak segar, lelah, dan kurang konsentrasi saat banfun tidur. Untuk itu sebaiknya dinginkan suhu ruang Anda jika menggunakan AC mungkin sekitar 22 derajat agar tidak terlalu dingin dan masih terasa sejuk.

sumber : health.detik.com

gambar : google.co.id

Mari Berbagi.Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someone