Mitos Faktor Usia Pengaruhi Kebutuhan Waktu Tidur

usia-lansiaKita tahu tahu bayi dan anak-anak membutuhkan waktu tidur lebih panjang dibandingkan orang dewasa, karena berguna bagi tumbuh kembang si anak. Lain halnya dengan orang dewasa, namun terkadang kita sering mendengar mitos bahwa ketika usia seseorang semakin tua, waktu tidur yang dibutuhkan lebih sedikit.

Tentu mitos tersebut tidak benar, orang dewasa membutuhkan jumlah jam tidur yang sama dengan orang usia muda, bahkan jumlah waktu tidur orang dewasa cenderung stabil, apalagi ketika sudah usia 20 tahun, perlu sekali untuk menetapkan jumlah tidur yang konstan sesuai dengan kebutuhan masing-masing orang.

Banyak orang dewasa yang bertahan dari rasa kantuk karena menganggap hal itu merupakan salah satu proses penuaan. Akibatnya mereka pun tak mencari bantuan , sehingga hal itu menimbulkan masalah kesehatan karena kurang tidur.

Padahal tidur dengan waktu yang cukup, membuat badan dan pikiran segar keesokan harinya, bukan hanya itu saja orang yang sudah lanjut usiapun akan terlihat awet muda.

Jam tubuh yang dimiliki masing-masing orang mempengaruhi produksi hormon melatonin yang bisa membuat seseorang mengantuk. Selain itu, orang dewasa juga lebih mungkin memiliki fase tidur yang diperpanjang.

Fase tidur yang diperpanjang ini membuat seseorang akan tidur lebih awal di malam hari dan akan terjaga lebih dini dari biasanya. Bahkan, rasa kantuk pun bisa datang di sore hari namun mengingat di waktu sore banyak yang masih beraktivitas, maka waktu tidur pun tertunda.

Seiring bertambahnya usia memang berdampak pada kualitas tidur seseorang , ini dikarenakan beberapa masalah kesehatan yang sering dialami usia lansia seperti nyeri, demensia, refluks asam lambung dan sleep apnea. Tak hanya itu, beberapa obat antidepresan, hipertensi, dan diuretik juga bisa menghambat kemampuan orang untuk tertidur.

Mari Berbagi.Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someone